23/02/25

Warga Indonesia, Please Baca Dulu Sebelum Kalian Liburan atau #kaburajadulu ke Norwegia!

Disclaimer:

Tulisan ini merupakan point of view dari aku, sebagai orang Indonesia yg sempat main kesana dan cobain hidup beberapa waktu sebagai local person dan hasil research ngobrol bersama teman-teman WNI yg sudah lebih dulu tinggal di sana. Mungkin kalau ada yg punya pengalaman lain dan stay lebih lama disana, monggo di share juga :)

Hai, kalian warga Indonesia yg mau main ke Norwegia atau Norway pasti salah satu tujuannnya untuk hunting Aurora, yakaaannn? Sebelum kalian main kesana, mungkin tulisan sederhana ku ini bisa membuat kalian lebih mempersipakan mental dan juga outfit yg sesuai :) 

Mungkin kalian sudah sering baca tulisan lainnya tentang beberapa hal yg menarik di sosial media, namun aku ingin share dari sisi lain yg jarang orang bahas, mari kita mulai..


1. Jangan samakan Norwegia seperti negara di Eropa lainnya

Yes! Eropa itu luas shayyy, yg kita sering lihat (di IG Story netizen) pasti belahan Eropa semacam Paris, Jerman dan Swiss kan yg tempat wisatanya sudah mainstream. Please, lupakan itu kalau ke Norwe. Karena beda bgt. Kalau di 3 tempat tadi, banyak yg pakai mantel bulu dan sepanjang jalan di public area sudah seperti di catwalk, di sini boro-boro, hahaha..

Penduduk di sini lebih memilih memakai outfit sesuai dengan cuaca sehari-hari disana yg mayoritas dingin sepanjang tahun dan didominasi warna hitam, kelabu dan navy. Apa itu mantel bulu? Mereka lebih memilih jaket tebat yg dapat menghadang suhu dingin. 

Disana ada pepatah yg mengatakan: "tidak ada cuaca yg buruk, hanya pakaianmu yg salah"

Please consider about your outfit. takutnya heboh sendirim niatnya mau ootd ala-ala malah masuk angin ~


2. Perhatikan waktu kamu berkunjung

Di Norwegia hampir sepanjang tahun dingin, bahkan musim gugur salju sudah datang (ini yg aku alami ketika berkunnjung kesana sekitar bulan Oktober) atau bahkan sudah musim semi (ketika bulan April) masih ada salju kadang datang dan pergi. Di Norwegia (terutama di Oslo, ibu kota negaranya) matahari bersinar cerah dan agak lama hanya ketika musim panas (pertengahan tahun), tapi panas disini yaa adem buat orang Indonesia, mungkin suhu sekitar 25 derajat dan disini puncaknya turis datang, sekitaran Sentrum akan ramai sekali dengan etnis multikultural.

Tips: cek secara berkala di aplikasi Weather di HP kalian dari beberapa hari sebelum keberangkatan. Ga 100% akurat senggaknya ada gambaran aja, ini sudah aku lakukan H-2 minggu sebelum flight tetep aja ga expect ada salju di Oktober haha..


3. Orang Skandinavia kurang ramah?

Katanya begitu yaa, orang disana terutama cowoknya, cool gitu dan cenderung introvert (tapi ini yg buat beberapa temanku naksir sama cowok sana haha)

Faktanya mereka baik juga kok, ketika aku lagi sendiri terkadang suka disapa oleh local people sana terutama oleh sesama Muslim, karena aku memakai hijab (yg disana minoritas) jadi kadang disapa oleh hijabers lainnya maupun lelaki disana, dengan sapaan "Assalamualaikum, Sister" Masya Allah, hati meleyot dan terasa hangat di tengah dinginnya udara.

Kenapa mereka terkesan "kaku" sehingga terlihat kurang ramah? Karena dingin. Simple.

Pengalamanku kalau beraktivitas di ruangan terbuka membuat kulit menjadi beku walau sudah pakai pakaian hangat, itu membuat wajah kaku dan bibir menjadi kering (harus sering pakai lip balm) mau senyum aja susah apalagi berbicara basa basi sama stranger dan pengen buru-buru sampai ke rumah, sampai sini paham kan?


4. Pakai skincare local

Skincare yg kita bawa dari Indonesia, kurang berguna disini. Simply karena memang skincare kita memang ditujukan untuk iklim tropis dan disini dingin banget sehingga membuat kulit menjadi kering, bahkan kulit wajah dan badanku menjadi mengelupas saking keringnya. Saranku belilah skincare local yg dijual disana karena pasti sudah disesuaikan dengan kondisi disana. Untuk lip balm aku pakai merk BURT'S BEE (ini buatan Canada yg iklim disana kan mirip seperti di Skandinavia) dan untuk wajah dan. badan pakai La Roche Posay, banyak jualnya di drug store atau toko kosmetik di Oslo S maupun Oslo Mall. Dan tentunya beli ini di luar budget jadi beli aja kemasan kecil (kalau sebentar disini), please prepare :)


Sebenarnya balik lagi kecocokkan kulit kita yaa, waktu disana kebetulan langsung cocok, Alhamdulillah less drama..


5. Mau lihat Aurora bukan di Oslo

Sekali lagi, bisa mendapat kesempatan melihat Aurora adalah keberuntungan (apalagi kalau di Oslo). Perhatikan waktu berkunjung, konon katanya Aurora suka muncul antara bulan Oktober hingga April (aku kesini di periode ini) dan hanya mendapat kesempatan melihat Aurora tipis-tipis itu juga di H-1 kembali ke Jakarta :)


Kesempatan melihat Aurora lebih besar kalau kita main ke utara, yaitu ke Tromsø sekitar 2 jam flight dari Oslo, disini ada tour untuk hunting Aurora dengan menggunakan mobil, bus hingga boat (ada harga ada rupa ya) dan ga cukup sehari, minimal 5 hari disini jg belum tentu terlihat. Tapi di Tromsø ada beberapa experience lainnya kok seperti naik kereta bareng Rusa Artik yg cuma ada disana ataupun bertemu suku Sami, suku asli Norwegia dan belajar budaya mereka. Perlu di hitung ulang lagi budgetnya, ke Norway aja sudah mahal, tambah lagi ke Tromsø :D

Cek Aurora di aplikasi Aurora Maps, setiap malam aku cek mulu, bahkan bikin alarm tengah malam demi cek maps, segitunya, Bismillah ada kesempatan balik lagi kesana.


6. Oslo, ibu kota yang cukup sepi

Jika dibandingkan dengan negara lainnya di Skandinavia, Oslo adalah ibu kota negara yg relatif sepi (please jangan dibandingkan dengan Indonesia), walau katanya Oslo adalah kota paling ramai se-Norway tapi tetep aja sepi buat ukuran capital city haahha.. Namun, walau sepi transportasi disini amat sangat ramah turis dan nyaman. Semua moda transportasi terintegrasi, di Oslo S (Oslo Sentralstasjon) dari metro (kereta bawah tanah), train dalam kota, bus hingga kereta antar kota semua ada disini, untuk tourist aku rekomendasikan beli aja tiket terusan yg seminggu atau sebulan jadi bebas mau kemana aja selama masih sesuai zona.

Foto di Royal Palace Oslo, sepi bgt Istana negaranya..

Konon, Oslo ini "baru" di "make-up" semenjak Norway menemukan tambang minyak, sehingga menjadi negara Orang Kaya Baru (OKB) banyak bebenah namun tetap bangunan tua-nya di rawat dengan baik dan tidak ada gedung pencakar langit disini. Sejauh ini saya betah di Oslo, ahh jadi kangen :')


7. Makanan mahal

Yup, semua disini mahal hahaha.. Makanan mau makan di resto maupun kaki lima harganya mirip. Jadi mengakalinya dengan cara mau ga mau yaa memasak sendiri di rumah. Untuk bahan makanan sebagai orang Indonesia saya rekomendasi bisa belanja di Asia Market di Grøland (https://g.co/kgs/JgaxhtT)


Disini ada Indomie (beberapa pabrikan Eropa tapi saya lebih suka yg ini less mecin haha..) bahkan saos sambal dari Indonesia juga ada, namun jangan kaget dengan harganya yah, tidak cocok untuk kaum mendang mending hiks, tapi saya pastikan yg sudah bisa sampai kesini pasti dari kalangan yg mampu lol, tapi kalau mau jajan biasanya aku di Kiwi yang banyak tersebar di seluruh penjuru Norway.

PS: Puasin makan Salmon Norway disini.


8. Fjord

Fjord adalah teluk yang berasal dari lelehan gletser. Asli ini bagus bangetttt.. Kalau di Oslo ada mini fjord yang bisa di akses dengan cruise dari pelabuhan di daerah Aker Brygge.

Aku sarankan kalau mau lihat fjord lebih luas kalian naik kereta ke Bergen dan pas berangkat duduk di sisi kiri dari laju kereta dan pulangnya duduk di sisi kanan. Sebenarnya keduanya sama bagusnya tapi lebih banyak di sebelah kiri, 8 jam perjalanan tidak membosankan dan rugi banget kalau tidur.


9. Di Oslo ada masjid


Sebagai umat muslim, kalau lagi ke luar negeri dan negara minoritas muslim, aku sempatkan untuk berkunjung ke Masjid di Oslo, waktu kesana hanya aku yg org Indonesia dan mayoritas disini yg beribadah orang Pakistan gitu, saranku bawa mukena yah, karena mukena stok disini agak beda sama mukena yg biasa kita pakai sehari-hari di Indonesia. Masjid ini juga cukup ramai, ketika solat Ashar mungkin ada sekitar 20-30 orang (total jamaah laki-laki dan wanita), tempat wudhunya bersih dan toilet disini ada bidet (finally, susah bgt nyari toilet yg ada bidetnya)


10. Toilet tidak ada bidet

Sama seperti di mayoritas negara Eropa lainnya, toilet disini (bahkan di rumah sewa yang saya tinggali dan beberapa hotel yang saya singgahi) tidak ada bidet atau keran air untuk "bebersih" di toiletnya. Buat orang Indonesia yg berasa ga bersih kalau ke toilet tidak menggunakan air, pasti berasa risih, solusinya bawa pidet portable aja guys, beli di toko oren , problem solve.



Sekiranya segini dulu yaa ceritanya, sebenarnya masih ada beberapa lagi nanti kalau banyak yg baca aku sambung di part 2, kalau mau ngobrol lebih lanjut bisa hubungi aku via sosial media atau email yah..

Bismillah dibaca sama @indonesiainoslo, mau banget bapak/ibu KBRI di undang untuk stay disana, aku betahhhh #kaburajadulu, ready balik lagi untuk menetap di Norway :)


Bismillah, manifest #2025pindahnegara , Aamiin..



24/09/24

Dream Come True with Royal Brunei Airlines, Akhirnya Bisa Foto bareng Pilot di Cockpit Pesawat!


4 September 2024 yang lalu, senang sekali akhirnya untuk pertama kalinya mencoba terbang dengan maskapai impian dari jaman SD, ya benar SD haaha, mungkin hanya sedikit anak kecil yang cita-citanya spesifik pengen naik pesawat brand tertentu. Jaman kecil saya sering membaca Majalah Bobo dan pada suatu artikel membahas tentang negara Brunei Darussalam beserta wisata dan tentunya maskapai nasionalnya, saat itu saya jadi kepingin untuk mencobanya suatu saat nanti ketika saya dewasa :)


Finally, Alhamdulillah I can afford it when I adult, Masya Allah..

Penerbangan dari Ho Chi Minh City (Vietnam) menuju Bandar Seri Begawan (Negara Brunei Darussalam) sungguh saya tunggu-tunggu dan tentunya menyenangkan. Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya, mimpi saya, akhirnya bisa foto bersama dengan pilot di cockpit, yeay!

Jadi, bucket list since masa kanak-kanak:

1. Photo with pilot at cockpit ✅
2. Fly with @royalbruneiair 

Namun memang tidak semulus itu, dengan drama, tentunya.

Ketika check in aku memang request untuk windows seat dan dapat seat di emergency exit, duduk di seat ini memang diharuskan semua bawaan harus masuk cabin, termasuk tas kecil ku yg isinya barang berharga macam paspor, dompet dan hp, sebenernya boleh diambil kembali ketika pesawat sudah melewati fase critical eleven tapi yauda sibuk foto dan explore fitur pesawatnya jadi lupa ambil tasnya, maklumlah ~


Review tentang penerbangan dengan Royal Brunei nanti di artikel terpisah yah, semoga ga males nulis lagi :D

Akhirnya Alhamdulillah pesawat landing dengan sempurna, ketika pesawatnya lg antri mau keluar riweh banget tuh orang-orang pada antri turun. Akupun segera mempersiapkan barang bawaan cabin yang seharusnya terdiri dari tas ransel, tas selempang yang isinya barang penting dan goodie bag. 

Trus yauda abis turun pesawat aku menuju arrival hall untuk proses imigrasi kan sambil WA keluarga kalo udah sampai Brunei.

Trus mikir, keknya ada yg kurang apa ya? Mikir sambil cek bawaan 😳

Oh ya tas kecil selempang ketinggalan di pesawat 🤣

Ampunlah passport awak ada disitu :D

Langsung puter balik, lari sekencangnya menuju garbarata pesawat.

Pas sampai pesawat udah sepi dan abang pramugara serta petugas sudah menunggu aku di depan pesawat sambil senyum, sepertinnya paham apa yang terjadi 😂

Setelah pencocokan identitas akhirnya tas dikembalikan, Alhamdulillah..

Kebetulan banget cockpit-nya lg kebuka dan para pilot baru selesai isi dokumen. Pilot yang bertugas saat diperkenalkan ketika mau lepas landas aku inget namanya Pak Haji apa gitu dan satunya co-pilot kan. Trus aku say Hi aja sama pilot Pak Haji, trus blg ke abang pramugara aku boleh ngintip kah ke dalam cockpit, niat awal cuma mau liat aja ngintip dari pintu pembatas antara pintu penumpang dengan ruang cockpit pas ngintip malah disuruh masuk sm pilot haji 🥹

"Really? Boleh?", ujarku dengan ekspresi shik shak shok tapi mau,
"Iya sini masuk aja, silakan", kata Pak Haji Pilot

Trus aku bilang aku seneng bgt krn ini baru pertama kali naik Royal Brunei dan boleh masuk cockpit, trus aku disuruh cobain duduk di bangku pilot (beliau langsung berdiri dan mempersilakan aku duduk) dan co-pilotnya berdiri juga biar seatnya didudukin sama Pak Haji Pilit, aku bilang boleh izin foto? BOLEH.

Yawda minta tolong di fotoin abang pramugara.


Trus pilot haji blg itu sekalian foto sm pilot ganteng dan aku ga ngeh klo ada co-pilot muda ganteng krn bangku dia yg aku dudukin jd dia menyingkir, asli fokus ku cuma ke cockpit aja.



Trus yauda jd foto brg sm pilot muda ganteng ini, naluri pengen bgt nanya kontak WA tapi sungkan. Yawdalah klo misalnya berjodoh nanti jg ketemu kontaknya ~

Kalo klean baca ini dan kenal co-pilot ini ataupun punya sosmednya, info dong :D

Berasa banget keajaiban, jadi emang dari dulu setiap naik pesawat berasa pengen banget izin masuk ke cockpit terus foto tapi  berasa sungkan atau ga punya keberanian untuk minta permission-nya sama awak pesawat, malah sekarang ditawarin langsung secara cuma-cuma ✨

Alhamdulillah, terima kasih Allah, mau lagi di pesawat internasional lainnya 🥹

Royal Brunei, please dong endorse aku gitu atau loker jadi pramugari juga boleh, ngelunjak :D

Yaa namanya juga ikhtiar pindah negara ya say ~


20/09/24

Berkunjung ke Kampung Adat Gebong Memarong di Desa Air Abik, Pulau Bangka.

Disclaimer:

Informasi yang saya tulis di artikel ini berdasarkan hasil berbincang dengan para penyelenggara pelatihan, masyarat desa setempat dan para guide yang menemani selama berkunjung.



Alhamdulillah, betapa beruntungnya saya mendapatkan kesempatan diajak untuk mengunjungi Kampung Adat Gebong Memarong di Desa Air Abik, Kabupaten Bangka, di Provinsi Bangka Belitung. Lokasi ini memakan waktu berkendara sekitar 1,5-2 jam atau sekitar 80 km dari ibukota Provinsi Pulau Bangka di Pangkalpinang.


Kunjungan ke Desa ini sungguh menarik karena kita akan bertemu salah satu suku asli di Pulau Bangka, yaitu Suku Lom.

Jadi rumah disini merupakan replika. Menurut sejarah, hasil mengobrol dengan guide dan masyarakat, sekitar tahun 1970-an suku Lom yang bermukim di dalam hutan sebagian keluar karena mau dibangun perkebunan sawit. Sebagian masyarakat yang keluar ini yang mendiami kampung di sekitar area sini dan sebagian kecil lainnya tetap bertahan di tanah leluhur.

suasana malam hari

Kampung Adat Gebong Memarong adalah kumpulan rumah-rumah adat yang disatukan menjadi satu kompleks atau satu desa. Bangunan ini dibangun menggunakan kayu dari hutan dan tanpa paku, jadi dikaitkan satu persatu partisinya menggunakan rotan.

Kampung adat ini awalnya merupakan program CSR Kebudayaan dari PT Timah Tbk. Infonya sudah dibangun dari tahun 2022 namun karena berbagai kendala baru mulai open to public sekitar tahun 2024. Saat ini sedang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Bangka maka penduduk setempat dibekali pelatihan SDM oleh Kementerian Tenaga Kerja melalui BPVP Belitung. 


Untuk sampai di lokasi ini dari jalan raya menempuh perjalanan sekitar 8 km, yang mudah ditemui oleh plang petunjuk di jalan raya, lokasi belokannya ke arah kanan (dari arah Pangkal Pinang) antara jalan raya ke Pantai Tuing dan daerah Belinyu.

Dari jalan raya kita akan melalui hutan sawit sampai menemukan masjid lalu perkampungan warga kemudian di sebelah kanan akan menemukan petunjuk lokasi seperti ini yang menandakan kita sudah sampai di lokasi.


Ketika sampai disana saya ditemani oleh penduduk lokal di sini yang sudah mendapatkan pelatihan menjadi guide ketika ada tourist yang berkunjung kali ini saya ditemani Kakak Riatun, Wulan dan Devi.


Kemudian saya diajak keliling desa oleh para gadis guide ini sambil dijelaskan nilai sejarahnya.

Oh ya disini terdiri dari 7 bangunan yaitu: 

- 1 bangunan besar seperti aula untuk balai pertemuan


- 1 gallery untuk menjual aneka kerajinan tangan
Wajib banget buat masuk kesini, souvenir yang di jual berupa tas, perkakas dapur hingga sajadah yang dijual dengan harga yang cukup murah, jangan lupa siapkan uang cash yah :)





ada juga jual miniatur rumah dengan harga sekitar Rp 1.500.000 - Rp 2.000.000, 
miniatur ini persis seperti bangunan aslinya, bahkan pintu dan jendelanya dapat dibuka tutup.


- 1 museum untuk menyimpan barang peninggalan dan pusaka 
 


- 4 rumah replika
Rumah ini yang dapat disewa untuk menginap untuk harga masih belum rilis namun aku dapat bocoran sekitaran di bawah Rp 500.000 per malam. Bangunan ini sudah dilengkapi dengan tempat tidur dan tentunya kamar mandi yang nyaman.

Uniknya di dalam rumah ini ada "mini dapur" yang dapat dipakai untuk memasak (kalau mau ya haha..)


Cerita dari kakak-kakak guide ini, bangunan disini ada 2 jenis yaitu rumah bapak dan rumah ibu.


Jika dilihat dari foto diatas, sebelah kiri ini merupakan rumah bapak (bangunan gallery) yang biasanya untuk yang belum menikah sehingga design tampak terlihat lebih simpel. Sedangkan yang kanan merupakan rumah ibu (bangunan museum), yang ditujukan untuk yang sudah berkeluarga dan terlihat dari interiornya jika masuk rumah ibu memang ada lebih banyak space untuk menyimpan perabotan di setiap sisi bagian dalam rumah dan bagian atas (langit-langit bangunan).





Rumah yang dapat disewa menggunakan bangunan rumah ibu. 
Interior dalamnya lapang seperti ini.


MCK bagaimana? 
Tenang toilet aman, bersih dan tentunya sangat nyaman dilengkapi shower yang berada di belakang rumah, satu rumah satu toilet :)


Mau makan gimana?
makanan jangan khawatir juga, di depan pintu gerbang ada warung yang buka hingga sore dan menyediakan aneka cemilan dan makanan khas desa setempat.



Dan tentunya acara kemarin kami disuguhkan camilan dan makanan khas masyarakat sini tentunya ada ikan lempah kuning khas Bangka, wah terima kasih banyak, makanannya enak, Alhamdulillah :)



Menurutku tempat disini cocok untuk beneran healing untuk warga ibukota yang sudah penat dengan keramaian, disini ga ada sinyal namun disini sudah ada free wifi (teteplah bisa kerja buka laptop dikit-dikit). Dan ada layanan adds-on lainnya di luar penginapan, seperti atraksi pencak silat, tarian campak, menanam padi atau meladang, main ke air terjun (cukup jauh dari lokasi) dan aktifitas lainnya yang seiring berjalannya waktu dapat bertambah atau dapat ditanyakan langsung dengan guide-nya.


Akhir kata, semoga wisata disini semakin meningkat dan harapannnya kualitas hidup masyarakat disini dapat menjadi lebih baik, kalau kalian ingin berkunjung atau menginap di sini boleh kontak saya by email maupun sosial media nanti akan saya infokan ke team terkait. Terima kasih :)


17/09/24

Barang yang WAJIB Dibawa Ketika Travelling (beserta link produk)

Lagi mau liburan?

Bingung mau bawa apa aja?

Sini-sini aku kasih tau travel tips dari aku, kebanyakan barang-barang ini memang terlihat "receh" namun sangat membantu ketika kamu traveling dan aku selalu mengupayakan kalau barangnya compact dan praktis, cekidoottt...


1. Tas yang "nempel" badan

PENTING banget pakai tas yang SELALU kamu bawa kemanapun yang ibaratnya nempel ke badan kamu, misalnya tas selempang kecil yg isinya barang-barang penting, semisal: dompet, passport, tiket boarding pesawat, lipstik, bedak (alat make up sederhana lah..) maupun permen. Biar sat set dan ga ribet.


Oh ya kartu pembayaran semacam kartu ATM maupun Credit Card (CC) dan uang cash mata uang negara tujuan juga disimpan di tas ini yah. Di foto ini aku jalan2 pakai tas selempang untuk barang-barang penting dan tas lipat yang isinya barang-barang yg sekiranya dibutuhkan.


2. Tas Lipat

Yaa yang namanya liburan ya say, kadang bawaan udah di pas-pas-in namun di tengah jalan liat benda lucu jadi beli, nah daripada ribet bawa tas gede yaudah tinggal keluarin aja tas lipat ini, hemat ga perlu beli tas reusable lg dan tentunya praktis.  Aku punya 2 dari yg versi murah dan agak premium.

versi murah: https://s.shopee.co.id/qQmokkSlK


versi agak premium tp ku like bgt ini: https://s.shopee.co.id/8f9e9IdszT



3. Passport Case

Penting ga penting sih tapi yauda biar keren aja dan menjaga paspor kita lebih aman. Aku beli ini jastip dari Harry Potter World di UK, banyak pilihan pasport case di Sopi dan toko offline tinggal sesuai selera aja.



4. Tongsis

Ini benda penting banget apalagi kalau berpergian sendiri, udah ku coba di atas pasir pantai yg ada ombaknya sampe ke salju, aman say... Dan tentunya tingginya bisa di adjust sampai 160 cm setinggi badan manusia ahayyyy..

Cus: https://s.shopee.co.id/3VRY0OvBo5

 

5. Bidet Portable

SUMPAH YAA INI BERGUNA BGT kalau cebok kudu pake air, terutama ke negara-negara yang toiletnya ga ada air haha, aku pakai ini ke Eropa aman asal baterainya di copot selama di koper dalam bagasi, beli disini aku pakai merk Onda https://s.shopee.co.id/3L87oTHT7d


6. Topi Lipat

Nah ini barang berguna juga, karena dilipat jadi ga menuhin tas dan tentunya bisa digantung di cantelan tas, praktis.. https://s.shopee.co.id/2LFacl9FE6




7. Tumbler

Buat urusan tumbler sepertinya tergantung selera yah, cuma aku pribadi sukanya yg bisa tahan panas dan dingin gitu secara klo winter pasti nyari yg anget-anget dan klo lagi summer apalagi di Indonesia ya say bawannya gerah mulu. Aku ada beberapa merk, cuma yg menurutku pas ukurannya dan ga terlalu sayang pakenya tuh merk MONTIGO, ada Corkcicle tapi berasa kegedean yg 20 oz dan sayang krn mahalan aja (maklum kaum mendang mending, klo Corckcile lebih cocok buat taro mobil aja deh hahahha..) sayang klo kenapa-kenapa. Montigo ini aku belinya di Malaysia dan Disney collection awal 2024, pada waktu itu belum ada jualnya di Indonesia namun cukup happening di Singapore, Malaysia dan Aussie. Dan sekarang ada online shopnya, cus beli yg ukuran 18 oz aja yah, pas lah sekitar 500 ml https://s.shopee.co.id/2fsR1g0IhN

8. Powerbank

Kalau powerbank aku pakai yg merk Vivan yg 10.000 mAh biar bisa dibawa ke kabin pesawat, sejauh ini aku pakai kesana sini aman, beli di official store tapi sepertinya sold out jd aku kasih link dari toko lain sama tipe dan barangnya https://s.shopee.co.id/2qBrXFjJpt

9. Sunglasses

Untuk sunglasses aku pakai yg polarized biar sekalian kalo ke pantai atau panas-panasan ga silau dan dapat melihat dengan nyaman, kalau ini ga ada link-nya.

10. Handuk Portable

Selain untuk traveling, handuk ini jg aku pakai kalau berenang. Hemat tempat, travel size dan menyerap kalau mandi, aku beli ukuran S dan M di Decathlon Pondok Indah, yg kecilan buat lap keringet atau lg olahraga dan yg ukuran M ini cukup nyaman dapat menyelimuti tubuh (disesuaikan ukuran tubuh kalian yah..), ada online-nya juga https://s.shopee.co.id/8ADNtdFDV1


11. Perlengkapan Tidur Darurat Dimana Saja dan Kapan Saja

Penting untuk kalian yang pelor, menurutku ini penting banget.. Apalagi klo transit di bandara ataupun flight atau kereta malam.

Bantal leher dan eye mask = beli di Miniso udah sepaket dan bantal ini lembuuut banget trus bisa dicantelin ke tas, sebenernya ada bantal tiup tapi pernah zonk pas di perjalanan kempes mulu, lelah niupnya, jadi yauda pake ini udah dari tahun 2020 jaman trip ke Jepun, punyaku warna coklat https://s.shopee.co.id/g7MyLQMi9


Earplug, asli sebel banget udah bayar tiket kereta malam mahal taunya sebelah ngorok hahaha, ear plug lucu for the rescue https://s.shopee.co.id/8KWo6Cyuqo


12. Sendal atau Sepatu Sendal

Kalau aku berpergian lebih dari 3 hari biasanya bawa sepatu/sendal cadangan sesuai keperluan, biasanya aku bawa sendal Melissa buat acara santai atau sekiranya mau basah-basahan biar sneakers ga basah.


13. Kantong plastik

Yaa ini akan sangat berguna, semisal buat naro pakaian kotor. Kalau ga bawa yaa biasanya dari kantong plastik abis belanja ajaa gapapa.


14. Pakaian Sesuai Musim 

Kalau ini sebelum berpergian terutama keluar negeri, cek dulu cuaca dan suhu disana biar ga salah kostum. Untuk winter dulu aku pernah tulis, silakan baca di sini.


15. Travel charger

Ini paling penting, colokan!

Apalagi kalau kalian traveling keluar negeri kadang colokannya beda, jadi persiapakan universal travel charger, banyak jualnya di toko listrik.

 Aku kasih referensi:

- Universal travel charger: https://s.shopee.co.id/3fkyYkJkDh

- Case charger: https://s.shopee.co.id/4AhF9uy2c8

- Penjepit kabel biar ga berantakan: https://s.shopee.co.id/6V59wJPzLL


15. Obat-Obatan Pribadi

Jangan lupa bawa obat-obatan pribadi sesuai dengan penyakit kamu dan jgn lupa bawa koyo dan tolak angin, di luar negeri susah nemunya :D

Baca di sini untuk referensi obat dan P3K.


16. Pakaian Dalam Sekali Pakai

Buat keadaan darurat, transit agak lama di bandara atau umroh, bolehlah stok 1 pack isi 7 pcs https://s.shopee.co.id/2AwAmgpbKi


17. Pulpen

Bawa pulpen semisal tiba-tiba ngisi data dokumen arrival card, Visa on Arrival atau apapun itu trus yang form online error, hadduh.. Makin panik kan klo harus nyari pinjem pulpen (pengalaman hahaha..)


18. Payung 

Aku beli di KKV asli ini tipissssss dan enteng bgt, ga nemu link-nya di Shopee, harus beli langsung cusss.. 


19. Dokumen Hardcopy

Buat jaga-jaga biasakan print bukti payment dan reservasi hotel dan tiket pesawat maupun berkas ketika apply visa, ini aku kena random check sepertinya, ketika masuk border Schengen via Norway ditanyain tinggal dimana dan itinerary selama disana, bahkan tiket pulang, Alhamdulillah dah di cetak, aman..


20. Perlengkapan Mandi dan Make Up

Silakan disesuaikan dengan kebutuhan :)

Cukup sekian sepertinya walau kadang bawa printilan lagi macem pembalut, tissue kering dan basah, minyak kayu putih, pelembab, bahkan kipas. Tapi balik ini semua tergantung kebutuhan masing-masing, kebetulan aku anaknya well prepared, ENJOY HAPPY HOLIDAY :D



See yaa :)